Mengenal Triplek / Kayu Lapis, Jenis, Manfaat

iBangunan.com – Dalam istilah arsitektur maupun bangunan, tentunya sering mendengar istilah triplek. Triplek merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan karena bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Triplek atau disebut juga dengan kayu lapis merupakan sejenis papan pabrikan yang disusun dari lapisan kayu (veneer kayu) yang direkatkan menumpuk bersama-sama.

Lapisan kayu lapis atau yang biasa disebut dengan veneer, direkatkan bersama dengan sudut urat (grain) yang disesuaikan untuk menciptakan hasil yang lebih kuat. Biasanya lapisan ini ditumpuk dalam jumlah yang ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (warping) dan dapat menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap dapat menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. Saat ini kayu lapis atau triplek telah tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.

Jenis-jenis Triplek

1. Particle Board

Particle board dibuat dengan mencetak serpihan-serpihan kayu sehingga membentuk papan. Triplek jenis ini sebenarnya mempunyai kualitas yang tidak terlalu bagus karena rentan terhadap air dan daya dukungnya sangat rendah. Namun, particle board banyak digunakan sebagai bahan baku furnitur yang ekonomis.

2. Multiplek (Plywood)

Multiplek dibuat dari kulit kayu yang berlapis-lapis dan kemudian dipress menggunakan tekanan yang sangat tinggi. Multiplek mempunyai tekstur yang rapat, kekuatan yang tinggi, dan tahan terhadap air. Jika dirawat dengan baik, multiplek dapat bertahan hingga mencapai puluhan tahun.

3. Blockboard

Blockboard tersusun dari tiga lapisan kayu yang digabung menjadi satu. Dua lapisan luarnya memiliki ketebalan yang lebih tipis dibanding satu lapisan dalamnya dengan ukuran sekitar 0,5-2 mm. Bagian dalam triplek ini umumnya terbuat dari kayu akasia dan meranti yang solid sehingga tidak dapat dilengkungkan.

4. Teakblock

Teakblock adalah lembaran papan kayu jati. Berbeda dengan kayu jati solid, teakblock dibuat dari lembaran-lembaran kayu jati yang ditumpuk menjadi satu kesatuan. Mengingat harganya yang lumayan mahal, teakblock biasanya hanya digunakan sebagai bahan pelapis papan kayu. Selain mempunyai kekuatan yang sangat bagus, teakblock juga unggul karena memiliki pilihan motif yang beragam.

5. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF atau papan serat kayu merupakan triplek hasil campuran dari serat kayu lunak dan serat kayu keras. Serat-serat kayu tersebut ditempelkan menggunakan lem atau lilin dan kemudian dicetak di dalam mesin dengan temperatur dan tekanan yang super tinggi. Oleh karena itu, susunan pori-pori MDF jauh lebih baik dibanding particle board. MDF biasanya digunakan untuk pembuatan furnitur interior dan box loudspeaker.

6. Melaminto

Melaminto sering disebut juga sebagai decorative plywood. Hal ini dikarenakan melaminto sering dipakai untuk memperindah tampilan sebuah papan kayu. Permukaan triplek ini biasanya dilapisi dengan bahan polyester dan melamin yang membuatnya berwarna serta bertekstur licin. Kebanyakan melaminto diolah menjadi white board serta kitchen set.

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Triplek

Kelebihan dari Triplek

  • Triplek merupakan produk olahan kayu yang penggunaannya sangat praktis dan gampang dibentuk daripada produk-produk sejenis.
  • Triplek mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap penyusutan sehingga bentuk dan ukurannya tidak gampang berubah.
  • Triplek tersedia dalam berbagai pilihan ukuran dan ketebalan yang lebih bervariasi sehingga memudahkan kita dalam memilih yang paling tepat.
  • Triplek memiliki daya tahan yang tinggi terhadap perubahan cuaca yang ekstrim serta daya tekuk yang dimilikinya lebih bagus dibandingkan produk kayu lainnya.
  • Triplek mempunyai struktur yang kokoh sehingga cocok sekali digunakan untuk rangka utama pembuatan furnitur.
  • Triplek bersifat anti air atau setidaknya lebih tahan terhadap air ketimbang jenis-jenis kayu yang lain berkat adanya lapisan keras yang menyelubungi permukaannya (kecuali MDF).
  • Triplek dibuat dengan ukuran yang presisi dan seragam, serta tekstur pada lapisan permukaannya pun sangat halus.

Kekurangan dari Triplek

  • Daya tahan yang dimiliki oleh triplek terhadap cuaca yang ekstrim secara terus-menerus tidak lebih bagus daripada kayu solid.
  • Triplek tidak cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat dan perabotan rumah tangga yang bersifat outdoor.
  • Pengangkutan triplek dari tempat pembelian ke lokasi pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati mengingat ukuran ketebalannya yang tipis.
  • Kadang-kadang ditemukan triplek yang mempunyai permukaan kurang halus dan bergelombang.
  • Penggabungan beberapa lembaran triplek harus memakai paku tembak agar hasilnya lebih maksimal dan rapi.
  • Tingkat presisi pada sisi ketebalannya kurang bagus, khususnya apabila permukaan triplek sudah bergelombang.
  • Dibutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi untuk melakukan finishing pada triplek supaya hasilnya sesuai keinginan.

Peringkat Klasifikasi Kualitas Triplek

Peringkat Keterangan
A Venir di bagian muka dan belakang bebas dari segala cacat
A/B Venir di bagian muka bebas dari segala cacat. Bagian belakang memiliki sedikit mata kayu (knot) dan diskolorisasi (perubahan warna)
A/BB Bagian muka seperti peringkat A, bagian belakang dapat berupa venir yang disambung (jointed veneers) dan memiliki knot besar dan beberapa plug (penutup knot)
B Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/B
B/BB Venir di bagian muka memiliki ciri seperti punggung A/B, bagian belakang memiliki ciri seperti sisi belakang A/BB
BB Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/BB
WG Hanya mendapat jaminan bahwa papan telah direkatkan dengan baik
X Papan dengan tingkat cacat yang tinggi

Selain itu kayu lapis juga biasa diklasifikasikan menjadi kelompok atau tipe berdasarkan kekuatan bahan perekat dan kekuatan kayu yang menjadi bahan dasarnya. Pengelompokan ini sangat beragam dan tidak memiliki standar tertentu.

Teknik Pembuatan Triplek / Kayu Lapis

Teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke-17, namun baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh. Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut three-ply, atau tripleks di Indonesia.

Lapisan atau venir yang mengkomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis, bila tidak maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan adhesif perekatnya kalah kuat dibanding beban kayu venir. Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan venir, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan biasa disebut multiply (multipleks). Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai five-ply.

Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut central core, biasanya relatif lebih tebal dibanding venir sebelah luar namun dengan kepadatan yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjad terlalu berat.[1]

Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan venir harus diatur sedemikian rupa sehingga arah urat lapisan venir yang di sebelah bawah tegak lurus dengan arah urat lapisan venir di atasnya untuk menciptakan kayu lapis yang merekat dengan kuat. Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies pohon yang sama

Cara Memasang Plafon Triplek

  1. Persiapkan bahan-bahan yang akan digunakan seperti triplek, kayu rangka plafon, paku, cat, dan lain-lain.
  2. Persiapkan juga peralatan kerja seperti benang ukur, palu, gergaji, dan lain-lain.
  3. Pertama, cek dahulu apakah dinding yang akan dipasang triplek sudah benar-benar rapi dan siap untuk dipasang plafon triplek. Pastikan atap rumah dalam kondisi aman dari kebocoran air hujan yang dapat merusak plafon nantinya.
  4. Gunakan benang dan selang air untuk mengukur kedataran lokasi pemasangan plafon serta penentu batasan titik-titik yang akan dipasang rangka plafon.
  5. Atur pemasangan rangka plafon agar sesuai dengan ukuran triplek yang ada, dengan posisi rapi dan datar tidak bergelombang.
  6. Pemasangan triplek bisa dimulai setelah rangka plafon selesai dan benar-benar kuat.
  7. Compound dilakukan untuk menutup cacat kayu pada triplek atau pada nat.
  8. Terakhir cat plafon agar plafon triplek yang telah terpasang terlihat rapi dan indah.

Pencarian Terkait:

  • www pembuatan kayu lapis com (1)

Leave a Comment